Ekonom senior Burhanuddin Abdullah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% era Prabowo Subianto dapat tercapai melalui transformasi struktural dan pendekatan inovatif. Langkah akselerasi ini diproyeksikan membuka ekspansi agresif pada sektor hilirisasi, energi, dan digitalisasi nasional. Para profesional dituntut mempersiapkan kapabilitas strategis guna merespons lonjakan kebutuhan talenta di berbagai industri penggerak.
Pernyataan ekonom senior Burhanuddin Abdullah terkait peluang capaian target pertumbuhan ekonomi 8% menandai arah kebijakan ekonomi makro Indonesia yang ekspansif di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Untuk melompat dari rata-rata historis 5% ke level 8%, pemerintah dan dunia usaha diwajibkan meninggalkan model 'business as usual' serta mengadopsi cara-cara baru yang menekankan efisiensi modal, industrialisasi bernilai tambah tinggi, dan percepatan investasi strategis.
Secara langsung, akselerasi ini akan mengubah lanskap korporasi dan ketenagakerjaan secara signifikan. Sektor-sektor penggerak utama—seperti manufaktur maju, energi terbarukan, agritech, dan logistik terintegrasi—akan memacu pembukaan lapangan kerja baru. Korporasi swasta maupun BUMN diperkirakan akan memperbesar kapasitas tim operasional, pengadaan proyek, serta divisi riset dan pengembangan (R&D) untuk menangkap stimulus ekonomi dan aliran modal yang mengalir.
Bagi para job seeker dan profesional, momentum ini menjadi jendela peluang emas untuk mereposisi karir. Talenta dengan keahlian hybrid, seperti kombinasi manajemen proyek dengan analitik data atau keahlian operasional dengan wawasan sustainability/ESG, akan menjadi komoditas panas di bursa rekrutmen. Selain itu, karyawan dituntut untuk lebih adaptif terhadap otomasi dan integrasi teknologi dalam skala industri guna mengimbangi target produktivitas tinggi korporasi nasional.
KarirKit Career Tools
Gunakan perangkat karir KarirKit: CV ATS Maker, Tailored CV, Simulasi Mock Interview, hingga AI Corporate Survival untuk navigasi karir profesional.